Pages

Tuesday, November 18, 2014

Tak Kenal Kata Pacaran

Assalamu'alaikum Wr Wb..

Sempat terpikir olehku, apa yang menjadikan seseorang sangat dipuja? Ya, jawabannya mungkin macem-macem, oke..kita fokuskan ini pada wanita. Mungkin jawabannya akan berbeda-beda, tergantung dari sudut pandang mana orang menilainya. Tapi kalau yang kita bahas ini adalah 'Wanita' yang nota bene : makhluk Alloh yang indah dan sensitif, beberapa jawaban yang aku dapetin sejauh ini hanya bergulir pada hal-hal yang bersifat ragawi saja, katakanlah : cantik, putih, tinggi, pinter, dari keluarga terpandang, dan lain-lain.

Tak Kenal Kata Pacaran
Tapi, apa emang cuma berpatokan pada hal-hal itu saja? Cantik, berapa sih jumlah wanita cantik(baca : wajah) di dunia ini? coba kita perhatikan, berapa perbandingan antara orang-orang yang memiliki fisik yang cantik dengan orang-orang yang biasa-biasa aja. Mungkin kamu semua bakalan setuju, bahwa separuh dari bumi ini dihuni oleh wanita, dan tidak semuanya berwajahkan cantik, yang padahal perlu disadari bahwa pada kodratnya semua wanita itu cantik, cuma kitanya saja yang terlalu sempit mengartikan kata 'cantik' itu sendiri.

Ada kejadian lucu, ketika aku masih SMP. Waktu itu, ada 4 temen cewek aku yang mungkin bisa dibilang 'solmet' lah ya, kemana-mana kita bareng..ngapa-ngapain kita juga bareng, tapi yang paling aku heran, kenapa dari sekian temen-temen aku, yang paling sepi dari siulan dan godaan temen-temen cowok tuh cuma aku doang? Salahnya dimana coba!! kurang menarikkah diriku? apa karena faktor wajah yang terlalu standar? apa aku terlalu istimewa sehingga nggak ada yang berani naksir atau cuma sekedar say helo gituh (kalau yang ini sih ketahuan banget ngobatin hati sendiri), padahal temen aku yang dikata berwajah biasa dan nggak kalah biasanya sama aku, malah punya banyak pacar dan mantan yang bisa mereka banggain sebagai koleksi pribadi atau semacamnya. Emang dasar, pemikiran seperti itu padahal nggak baik, masih sedikit oon juga sih wajar masih anak SMP.

Nah, yang paling mengharukan..kejadian kelam tanpa fans ini berlanjut hingga kehidupanku yang berikutnya, ya di SMA. Di SMA, orang-orang bilang adalah masa-masa yang paling indah, benarkah begitu? aku rasa ngga sepenuhnya benar deh (efek galau masih berlanjut.. :D). Nggak ada taksir-taksiran, nggak ada pacar-pacaran, dan kehidupanku sepi dari yang namanya pembahasan soal cowok atau yang kalau temen-temenku bilang "Si dia".

Bukannya aku mau menjalani pacaran kaya anak-anak yang lain ya, tapi yang ada dipikiranku saat itu cuma penasaran aja, masa iya sih nggak ada satupun cowok yang tertarik sama gue? nah ini dia biang masalahnya, haha. Tapi, ada satu hal yang justru sekarang aku bersyukur banget, dengan pengalaman SMP hingga SMA aku yang tidak begitu mengenal kata 'percintaan' ala anak remaja zaman sekarang, aku terhindar dari yang namanya pacaran dan ternyata itu juga yang selalu emak khawatrikan, : "ulah bobogohan bilih terjerumus kana kamaksiatan", cenah

Dan setelah cukup mengerti apa itu yang namanya pacaran dan bagaimana menurut pandangan Agama yang melarang pacaran itu sendiri. 'Pacaran' dalam islam itu sejatinya memang tidak ada. Apalagi kalau ada yang mengenakan embel-embel "Kita pacaran secara islami kok..." apaan ituh?! Jangan pernah sekali-kali mengelabuhi aturan dengan tempelan islami.. sekali nggak boleh ya nggak boleh, peraturan ya peraturan, hukum Alloh mutlak!

Kalo dulu aku sedikit ngeluh, yah dengan pemikiran yang dangkal dan semena-mena mengkategorikan bahwa kalo punya pacar itu keren, padahal sama sekali tidak seperti itu, dan perlu kita catet ya "NGGAK PUNYA PACAR BUKAN BERARTI NGGAK LAKU!". Justru karena seseorang yang memiliki pendirian untuk tetap singgel demi menaati perintah Alloh agar terhindar dari dosa dan maksiat itu keren pisan. Karena sejatinya memang pacaran itu hal yang dilarang Alloh dan pacaran juga mendekatkan pelakunya pada zina, na'udzubillaah.

Mungkin tidak sedikit yang memiliki pemikiran kalau tidak menjalani pacaran, gimana kita bisa nikah nantinya? gimana kita bisa mengenal lebih jauh pasangan kita? masa nggak pacaran dulu pake acara langsung nikah aja, nggak salah tuh? dan tentunya dengan sederetan pertanyaan-pertanyaan dangkal lainnya. Menjaga diri dan menyibukkan diri melakukan hal-hal positif untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi justru merupakan langkah penting bagi kita dalam menanti jodoh terbaik yang akan mendampingi kita kelak.

Alloh berfirman dalam Surat An-Nur : 26 :

 الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ ۖ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ ۚ أُولَٰئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga). (Qs. An Nur:26)
Jodoh kita adalah cerminan kita, lucu rasanya jika kita menginginkan jodoh terbaik dan sosok sempurna yang selama ini kita idamkan sementara kita malah lebih getol melakukan maksiat dan dosa tanpa sedikitpun berusaha untuk memperbaikinya.

hingga Aku bersyukur dan bersyukur banget. Sesuatu yang selama ini aku anggap, Alloh kurang adil, masa mereka punya pacar aku ngga?! itu adalah pemikiran dangkal, ya suatu pemikiran orang yang tak mengerti apa-apa dan mengambil kesimpulan tanpa didasari ilmu.

Bagi para jomblo ataupun yang tidak punya pacar, jangna khawatir apalagi mesti minder, nggak boleh !! Dengan tidak mengenal kata pacaran, justru itu adalah cara Alloh menjaga diri kita. Alloh lebih tahu apa yang terbaik bagi hamba-Nya, dengan begitu Dia lebih sayang pada dirimu dan tidak menginginkan dirimu tergelincir ke dalam jurang kemaksiatan, kalau dapet ejekan ataupun pembullyan karena kita tidak memiliki pacar, just ignore them. Jangan pedulikan penilaian makhluk, karena yang memberi kita kehidupan hanyalah Alloh SWT, dan kita hidup untuk Alloh.

Mohon maaf tulisan ini pajang x lebar yang bikin jari tangan cukup pegel menari-nari di kibot, dan kalau ada kata-kata yang kurang berkenan maklumin aja deh, namanya juga opini dan sekedar pandangan pribadi. hehe. Thank's for reading. Wassalaam..

Wednesday, August 27, 2014

Kata-Kata Mutiara Sayyidina Ali bin Abi Thalib

 Kata-Kata Mutiara Sayyidina Ali bin Abi Thalib
Kata-Kata Mutiara Sayyidina Ali bin Abi Thalib

Diam adalah jawaban terbaik untuk orang bodoh
Kerendahan hati adalah hasil dari pengetahuan
Forgivness adalah mahkota kebesaran
Untuk membantuk salah untuk menindas kanan
Persahabatan tidak mungkin dengan seorang pembohong
Permusuhan adalah pendudukan bodoh
Kebanggaan blok kemajuan dan kebesaran kerusakan
Menawarkan masalah dari pikiran kecil
Tidak ada yang lebih dihormati daripada orang shaleh
Lidah anda berbicara tahu apa itu terbiasa
Perilaku seseorang adalah indeks ke pikiran seseorang.
Jika engkau ingin mengetahui watak seseorang, maka ajaklah dia bertukar pikiran denganmu. Sebab dengan bertukar pikiran itu, engkau akan mengetahui kadar keadilan dan ketidakadilannya, kebaikan dan keburukannya.  (Sayyidina Ali bin Abi Thalib)

Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan -
"Love never asking to look forward to. He took the opportunity or allowed." (History Of Ali Ibn Abi Talib).

Ilmu lebih istimewa daripada Harta, sebab Ilmu selalu menjagamu, sedangkan engkau harus menjaga harta milikmu.
"More special than the treasures of science, because Science is always take care of you, while you have to keep the treasures of yours." (Sayyidina Ali bin Abi Thalib)


Duduklah bersama orang-orang bijak, baik mereka itu musuh atau kawan. Sebab, akal bertemu dengan akal. (Sayyidina Ali bin Abi Thalib)


Jika perkataan keluar dari hati, maka ia akan berpengaruh terhadap hati, dan jika ia keluar dari lidah, maka ia tidak akan mencapai telinga. (Sayyidina Ali bin Abi Thalib)


Sebaik-baik teman, jika engkau tidak membutuhkannya, dia akan bertambah dalam kecintaannya kepadamu, dan jika engkau membutuhkannya, dia tidak akan berkurang sedikitpun kecintaannya kepadamu. (Sayyidina Ali bin Abi Thalib)

Tiga hal yang menyelamatkan, yaitu; takut kepada Allah, baik secara diam-diam maupun terang-terangan; hidup sederhana, baik di waktu miskin maupun kaya; dan berlaku adil, baik diwaktu marah maupun ridha. (Sayyidina Ali bin Abi Thalib)

Sesungguhnya hati memiliki keinginan, kepedulian, dan keengganan. Maka, datangilah ia dari arah kesenangan dan kepeduliaannya. Sebab, jika hati itu dipaksakan, ia akan buta. (Sayyidina Ali bin Abi Thalib)

Cintailah kekasihmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi musuhmu. Dan bencilah musuhmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi kekasihmu.(Sayyidina Ali bin Abi Thalib)

Orang yang terlalu memikirkan akibat dari sesuatu keputusan atau tindakan, sampai bila-bilapun dia tidak akan menjadi orang yang berani. (Sayyidina Ali bin Abi Thalib)


Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak. (Sayyidina Ali bin Abi Thalib)


Selemah-lemah manusia ialah orang yg tak mau mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yg mensia-siakan sahabat yg telah dicari.(Sayyidina Ali bin Abi Thalib)


Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya, ketulusannya sesuai dengan kadar kemanusiaannya, keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan jahat dan kesucian hati nuraninya sesuai dengan kadar kepekaannya terhadap kehormatan dirinya. (Sayyidina Ali bin Abi Thalib)

Perjuangan hidup, dalam kebanyakan hal, dilalui dengan penuh liku, bagaikan mendaki bukit yang terjal, menang tanpa perjuangan panjang bagaikan menang tanpa kebanggaan. Jika tidak ada kesukaran, tidak ada kesuksesan. Jika tidak ada sesuatu yang diperjuangkan, tidak akan ada yang dicapai. Kesukaran mungkin menakutkan bagi orang yang lemah. Namun memberikan perangsang menyegarkan bagi orang yang tegas dan berani. Segala pengalaman hidup memang berperan membuktikan bahwa rintangan yang menghalangi kemajuan manusia mungkin, pada umumnya, dapat diatasi dengan perilaku yang baik, semangat yang jujur, aktivitas, ketabahan, dan kebulatan tekad mengatasi kesulitan. (Sayyidina Ali bin Abi Thalib)


Orang yang tidak menguasai matanya, hatinya tidak ada harganya. (Sayyidina Ali bin Abi Thalib)


Berbicaralah, niscaya kalian akan dikenal karena sesungguhnya seseorang tersembunyi dibawah lidahnya. (Sayyidina Ali bin Abi Thalib)

Kebajikan adalah apa yang dirimu merasa tenang padanya dan hatimu merasa tentram karenanya. Sedangkan dosa adalah yang jiwamu merasa resah karenanya dan hatimu menjadi bimbang. (Sayyidina Ali bin Abi Thalib)

Janganlah engkau merendahkan seseorang karena kejelekan rupanya dan pakaiannya yang usang, karena sesungguhnya Allah ta’ala hanya memandang apa yang ada dalam hati dan membalas segala perbuatan. (Sayyidina Ali bin Abi Thalib)

Tanyailah hati tentang segala perkara karena sesungguhnya ia adalah saksi yang tidak akan menerima suap. (Sayyidina Ali bin Abi Thalib)

Sesungguhnya hati memiliki keinginan, kepedulian, dan keengganan. Maka, datangilah ia dari arah kesenangan dan kepeduliaannya. Sebab, jika hati itu dipaksakan, ia akan buta. (Sayyidina Ali bin Abi Thalib)

Saturday, July 19, 2014

Cara Menghilangkan Noda Bekas Jerawat

Assalamu'alaikum Wr..Wb..

Jerawat.. noda bekas jerawat, adalah hal yang paling mengerikan bagi para remaja terutama para wanita yang sangat menjaga penampilannya. Gimanapun, kebersihan wajah adalah salah satu faktor penunjang bagi penampilan seseorang. Cantik, putih, mulus tanpa jerawat udah pastinya idaman semua kaum hawa, eh tapi nggak cewe nggak cowo ding, sekarang mah yang namanya penampilan tuh nomor wahid beh. 

Tapi, gimana kalau kulit wajah sudah terlanjur berjerawat, kusam, dan berminyak? Sudah bisa ditebak, kita akan berlama-lama di depan cermin memandangi wajah yang berjerawat, sambil bergerutu : " duuuh...ni jerawat, kenapa mesti muncul di sini si?! @#%&*.. (marah-marah nggak jelas sambil tangan pencet sana pencet sini).

Baiklah, tanpa berbasa-basi lagi, ayo kita kupas satu persatu, tips menghilangkan noda bekas jerawat dengan menggunakan bahan-bahan alami yang bisa kita dapatkan di dapur rumah kita. Sudah siap-siap? Lanjuuuuttt...

Cara Menghilangkan Noda Bekas Jerawat

1. Jeruk Lemon

Apa yang terlintas dalam benak kita ketika mendengar kata " Jeruk Lemon"? ya, secara umum jeruk lemon adalah salah satu jenis buah-buahan yang sangat populer sebagai bahan dasar untuk membuat jus. Namun, tahukan anda bahwa jeruk lemon memiliki khasiat lain yang bukan hanya sekedar untuk minuman saja.

Jeruk Lemon memiliki keunggulan yang luar biasa dalam mengatasi bintik hitam noda bekas jerawat pada wajah, bukan hanya itu, dengan penggunaan secara rutin maka wajah akan tampak lebih cerah dari sebelumnya. Apa kamu menginginkan kulit wajah yang kinclong tanpa jerawat? Oke, langsung saja  cekidot!!

Caranya :

Ambil beberapa jus lemon segar diperas, dan oleskan ke wajah dengan menggunakan kapas. Lakukanlah secara rutin untuk perawatan wajah anda, maka bintik noda bekas jerawat pada wajah kamu akan memudar dan tampak lebih bersih. Nggak percaya? Ayo, buktiin sendiri ya ladies..

2. Menggunakan Tomat

Umumnya tomat dikenal sebagai bahan campuran masakan, namun jangan salah, tomat juga bisa membantu menghilangkan bekas jerawat. Tomat kaya akan vitamin A yaitu vitamin sangat bermanfaat untuk merangsang Kolagen. Kolagen sendiri adalah zat tubuh yang berperan penting dalam pembentukan kulit. Iris tomat tipis-tipis dan tempelkan pada wajah selama 10-15 menit. Lakukanlah secara rutin, harapan kamu memiliki kulit wajah yang bersih dan bebas dari noda bekas dari jerawatpun bukanlah suatu hal yang mustahil terjadi. Percayalah!

3. Menggunakan Pepaya

Sebagian orang memanfaatkannya sebagai sayuran atau dikonsumsi hanya dalam keadaan matangnya saja. Buah pepaya ini juga memiliki manfaat lain yaitu untuk menghilangkan noda bekas jerawat. Cara menghilangkan bekas jerawat yang satu ini cukup mudah dilakukan, yaitu memanfaatkan buah Pepaya. Pepaya banyak digunakan sebagai bahan kecantikan. Pepaya mengandung papain, yaitu enzim yang dapat mengurangi peradangan. Penggunaanya bisa langsung dikonsumsi maupun digunakan sebagai masker.

Penggunaan pepaya untuk menghilangkan bekas jerawat yaitu digunakan sebagai masker. Masker pepaya ini bisa membuka pori-pori yang tersumbat, menghilangkan minyak, dan sel-sel kulit yang sudah mati. caranya cukup mudah, oleskan pepaya yang sudah dihaluskan ke wajah sampai mengering, biarkan selama15-20 menit, kemudian bilas dengan air hingga bersih.

4.  Putih Telur dan Madu

Putih telur baik untuk perkembangan otot tubuh, namun putih telur juga bisa menghilangkan bekas jerawat. Begitu pula dengan madu, cairan ajaib yang memiliki rasa manis ini senantiasa digunakan untuk berbagai pengobatan. Agar mendapat hasil yang maksimal maka gabungkan kedua bahan tersebut. Caranya, campur putih telur tersebt dengan madu, kemudian oleskan pada bekas jerawat secara rutin dan teratur. (Sumber : Tips Menghilangkan Noda Bekas Jerawat).

Oke, segitu aja dulu tips menghilangkan noda bekas jerawat yang kita bahas kali ini. Satu hal yang menjadi catatan adalah kita jangan pernah menginginkan suatu hasil yang instan, penggunaan bahan-bahan alami di atas mungkin efeknya nggak bisa terlihat dalam waktu 1 atau 2 hari, dibutuhkan kedisiplinan dalam melakukannya. 

Lakukan secara teratur, dan jangan lupa juga jalani pola makan yang sehat, karena makanan yang kita konsumsi sedikit banyak memang ngasih pengaruh pada terhadap timbulnya jerawat di wajah cantikmu. So, rutinkan dari sekarang, Insya Alloh hasilnya oke dan nggak bakalan nyesel poko namah.  Semoga berhasil ya ladies..

Wassalaam..

Wednesday, July 16, 2014

Cantik Itu..

Assalaamu'alaikum wr wb..
 
Kecantikan seorang wanita tidak hanya diukur dari Layout ragawi saja. Tapi, sejauh mana ia mampu menjalani kewajibannaya sebagaimana seorang hamba, anak, istri, dan ibu yang sholehah. 

Istri Sholehah

Kulit yang kencang akan menjadi keriput, wajah yang cantik akan menua, jabatan...hanya berlaku pada periode tertentu, harta..itu hanya titipan, jika sang pemilik mengambilnya kembali, tak ada daya upaya kita untuk mencegah ketetapan sang Maha Berkehendak.

Ladies... kecantikan paras bukanlah satu-satunya jaminan kebahagiaan dunia wal akhirat. Oke, sebuah analogi. Buah manggis yang matang itu berwarna hitam dan bisa dibilang tidak terlalu menarik. Tapi, dengan tampilan yang tidak terlalu menarik itulah, ternyata ada banyak manfaat dan kebaikan di dalamnya. Berdasarkan penelitian para pakar kesehatan, manggis ini memiliki banyak sekali khasiat, diantaranya sebagai anti tumor, anti kanker, anti inflamasi, penyembuh berbagai penyakit kronis, dll (Baca : Khasiat Buah Manggis).

Wajah boleh saja tak terlalu cantik, tapi akhlakul karimah is namber wan..!! Untuk apa indah jika di dalamnya hanya mengandung racun? tapi mungkin di lain sisi kita juga akan berfikir bahwa, akan sangat luar biasa jika "cantik dan berakhlak mulia", nah itu dia, untuk yang seperti itu jarang banget kejadiannya. Kita manusia memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Tidak ada manusia yang sempurna meski kita adalah makhluk ciptaan Alloh yang paling sempurna. Kesempurnaan MUTLAK milik Alloh SWT semata.

Tapi teteh, plis deh... aku kan bukan manggis?! Lha siapa yang bilang kita itu mirip manggis? kalau ada yang merasa sih, bukan salah aku juga, hehe. Iya, kita memang bukan manggis, kita bukan sosok yang populer dan jauh dari kata sempurna. Tapi, tak bisakah kita mengambil hikmah dan pelajaran dari setiap fenomena yang ada di dalam semesta ini.

Ikhlas, sabar, dan syukur. Kita harus belajar mampu menjalankan 3 kunci utama ini. Jika kita sudah bisa melaksanakan ketiganya, Insya Alloh.. kekurangan yang kita miliki tidak ada artinya dibandingkan dengan rahmat, nikmat, dan rahmat yang Alloh anugerahkan kepada kita. Cantik itu kamu yang ta’at kepada Alloh SWT & Rasul-Nya, selalu menjaga kemaluannya, cantik itu istri sholehah, menjadi ibu dan seorang pendidik yang baik untuk anak-anaknya, dan berbakti pada kedua orang tua.

Pilih mana, kecantikan yang lekang oleh waktu atau memiliki akhlak mulia yang akan membuat kamu menjadi seorang  wanita yang cantiknya abadi dan bahagia dunia akherat?

Wassalaam..

Wednesday, March 19, 2014

Rahasia Kalung Siti Fatimah Az-Zahra

Assalaamu;alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh...

Selamat siang untuk semua saudara sebangsa dan setanah air, di sela-sela waktu yang sedikit mepet menjelang jam istirahat kerja, postingan ini ditulis begitu saja. Sebenarnya, tulisan ini bersumber dari salah seorang sahabat, semoga beliau dalam keadaan sehat dan senantiasa berada dalam naungan Ridho & Maghfiroh-Nya, aamiin..

Rahasia Kalung Siti Fatimah Az-Zahra
Fatimah Az-Zahra adalah putri Rasululloh yang memiliki budi pekerti luhur dan patut untuk kita teladani sebagai seorang muslimah. Semoga dengan menyimak sajian berikut ini, kita bisa meneladaninya dan lebih peduli terhadap sesama. Dan salah satu pelajaran dari kisah ini adalah " kesulitan dan kekurangan bukanlah suatu halangan bagi kita untuk berbuat kebajikan (amal kebaikan) demi mendapat keridho-an Alloh SWT.

Pernah terjadi di zaman Rasululloh SAW masih hidup, sebuah kisah yang mengharukan. Pada suatu hari selesai menunaikan shalat Rosululloh SAW dikelilingi oleh para sahabat. Tiba-tiba datanglah seorang arab pegunungan yang telah tua renta badannya kelihatan lemah dengan pakaian yang sudah using dan penuh dengan tambalan. Melihat keadaan orang tua itu langsung Rosululloh SAW menyapanya.

Dengan bibir gemetaran orang itu menjawab: “Ya Rosululloh, aku sedang lapar sekali. Tolonglah saya, berilah aku makanan, hamba tak punya pakaian kecuali yang sedang hamba pakai ini. Tolonglah hamba wahai Rosul. Rosululloh pun menjawab, “Sayang, aku tidak memiliki apa-apa yang dapat kuberikan tetapi orang yang menunjukan kebajikan adalah sama dengan orang yang melakukanya. Pergilah sekarang ke tempat orang yang dicintai oleh Alloh dan Rosul-Nya. Ia lebih mengutamakan Alloh dari pada dirinya sendiri, itulah Fatimah Putriku. Rumahnya dekat sekali dengan rumahku,” demikian jawab Rasulullah kepada orang arab pegunungan itu. Rosululloh SAW menyuruh Bilal bin Rabbah agar mengantar orang tua itu ke rumah Siti Fatimah.

Sesampainya di depan rumah Siti Fatimah Az-Zahra dengan suara yang tersendat-sendat orang tua itu memanggil-manggil, “Wahai, ahlil bait… Hai keluarga Rosululloh, penghuni tempat yang sering didatangi olah para malaikat, tempat Jibril membawa wahyu Alloh.”

Mendengar suara orang yang berseru demikian, Fatimah segera keluar serta mengucapkan salam seraya bertanya tentang keadaan dan keperluan orang tua itu.

Pertanyaan Fatimah dijawab oleh orang tua itu dengan suara serak: “Aku orang pegunungan, aku datang dari tempat yang jauh mengharapkan pertolonganmu. Aku telah mendatangi ayahmu dan aku disuruh ke sini. Wahai putri Nabi aku lapar sekali, berilah aku makan dan aku tak mempunyai pakaian. Tolonglah aku semoga Alloh merahmatimu.”

Mendengar jawaban orang tua itu Fatimah bingung memikirkan apa yang mesti ia berikan kepada orang tua itu untuk meringankan penderitaannya.

Pandangan orang tua itu penuh harap mendapat kasih dari putri Nabi tersebut. Fatimah cemas dan bingung karena apa yang hendak diberikan kepada orang tua tersebut. Sedangkan dia sendiri bersama keluarganya dalam keadaan miskin. Sudah tiga hari puasa dan tidak mempunyai makanan untuk berbuka.

Namun Fatimah tidak tega melihat keadaan orang tua tersebut… Ia merasa sangat sedih kemudian Fatimah kembali ke dalam rumah mencari apa yang dapat diberikan. Ternyata hanya ada selembar kulit kambing untuk alas tidur putranya, inilah kiranya yang dapat diberikan kepada orang tua yang mengharap pertolonganya itu. Menerima pemberian Fatimah orang tua itu tercengang bercampur heran, apa kiranya yang dapat diperbuat dengan selembar kulit kambing padahal ia sedang lapar, sedang yang diharapkanya adalah makanan untuk menghilangkan laparnya dan pakaian yang dapat ia pakai.

Lalu orang tua itu bertanya kepada Fatimah: “Hai putri Muhammad, aku datang kepadamu karena mengharapkan engkau dapat memberiku makan dan pakaian untuk menutup tubuhku yang hamper telanjang. Tetapi yang ku dapat hanya selembar kulit kambing… Lalu apa yang dapat ku perbuat dengan kulit kambing ini?”

Ketika mendengar kata-kata orang itu Fatimah bertambah haru hatinya. Ia sangat malu dan merasa heran mengapa ayahandanya menganjurkan orang ini datang kepadanya, padahal ayahandanya tahu bahwa ia tidak memliki apa-apa dan sering berpuasa menahan lapar. Fatimah merenung sebentar apakah ada benda lain yang dimilikinya untuk menghibur kedukaan orang tua tersebut.

Baru ia teringat, rupanya ia masih mempunyai benda berharga, milik satu-satunya yang paling disayangi. Itulah kalung pemberian bibinya, putri Hamah bin Abdul Muthalib yang juga bernama Fatimah. Fatimah segera melepaskan kalung yang melingkar di lehernya dan memberikannya kepada orang tersebut dan sambil berkata: “Ambilah ini, mudah-mudahan Alloh mengantinya dengan sesuatu yang lebih baik.”

Melihat seuntai kalung yang diberikan oleh puri Rosululloh kepadanya, wajah orang itu berubah gembira bercampur heran. Sambil tersenyum berseri-seri segera orang itu melangkah pergi membawa seuntai kalung pemberian Fatimah menuju masjid di mana Rosululloh dan para sahabatnya sedang berkumpul.

Sesampainya di hadapan Rosululloh orang itu menunjukan pemberian Fatimah kepadanya dan mengatakan bahwa ketika memberikan barang ini Fatimah mengucapkan kepadanya, “Mudah-mudahan Alloh mengantinya dengan sesuatu yang lebih baik.”

Tatkala melihat pemberian kalung Faimah dan mendengar ucapan putrinya yang tercinta kepada orang tua itu, Nabi pun tak dapat menahan rasa harunya, sehingga berlinanglah air matanya, menyaksikan hal yang demikian peristiwa yang amat mengharukan hati. Ammar bin Yasir, salah seorang sahabat segera berkata, “Ya Rosululloh, bolehkah aku membeli kalung itu?” Dan Nabi pun menjawab, “Belilah jika engkau mau, wahai Ammar?”

Ammar lalu bertanya kepada orang tua tersebut, “Berapa engkau jual kalung itu?” Orang tua itu pun menjawab, “Seharga seberapa potong roti dan daging yang dapat aku makan untuk dapat menghilangkan rasa laparku dan aku membutuhkan kain untuk menutup auratku agar aku dapat menunaikan ibadah sholat dan aku juga memerlukan uang satu dinnar untuk biaya perjalananku pulang.”

“Baiklah, kalungmu aku beli dengan harga dua puluh dinar dan seratus dirham dan engkau akan diberikan roti dan daging untuk menghilangkan laparmu. Selain itu aku akan memberimu pakaian dan seekor unta untuk kendaraan mu pulang.” Demikian kata Ammar. “Alangkah mulia hatimu.” Kata orang tua itu.

Ia lalu pergi bersama Ammar kerumahnya untuk menyelesaikan urusannya tersebut. Lalu ia datang kepada Rosululloh, melihat keadaanya telah berubah Rosul pun tersenyum memandangnya dan bertanya, “Bagaimana keadaanmu sekarang? Sudahkah engkau kenyang dan memilkii pakaian yang cukup?” Lalu orang tersebut menjawab, “Ya Rosululloh aku telah memperoleh segalanya melebihi apa yang aku butuhkan, bahkan aku kini merasa menjadi orang kaya.”

“Kalau begitu balaslah kebaikan Fatimah kepadamu.” Kata Rosululloh SAW Lalu orang tua tersebut berdoa kepada Alloh SWT: “Ya Alloh, tiada yang ku sembah selain Engkau. Berilah Fatimah sesuatu yang tidak pernah dilihat mata dan tidak pernah didengar telinga.”

Mendengar doa tersebut Nabi menoleh kepada para sahabatnya dan bersabda, “Di dunia ini Alloh telah memberi karunia kepada Fatimah seperti apa yang didoakan oleh orang tua itu. Fatimah mempunyai ayah seperti aku, seorang utusan Alloh kepada manusia dan semesta Allam. Fatimah telah dikaruniai suami Ali bin Abi Thalib tidak ada lelaki yang dapat menandingi dan sepadan untuk menjadi suami selain dia. Dan Alloh telah memberikan pula kepadanya dua orang purtra yaitu Al Hasan dan Al Husain… Tidak ada anak lain yang menyamai mereka berdua… Mereka adalah cucu Nabi yang akan menjadi pemuda ahli surga yang terkemuka…”

Setelah diam sejenak Nabi SAW kembali bertanya, “Apakah kalian semua masih ingin mendengar lagi tentang kemuliaan putriku Fatimah?” Dan para sahabat serentak menjawab, “Benar, wahai Rosululloh.” Nabi pun melanjutkan: “Telah datang kepadaku Malaikat Jibril memberitahuku… Yang dimaksud sesuatu yang tak pernah dilihat mata dan didengar telinga adalah bahwa disaat meninggalnya Fatimah, ketika ia berada didalam kubur ,ia akan didatangi malaikat dan ditanya: Siapa Tuhanmu? Fatimah akan menjawab: Alloh Tuhanku. Dan Siapa Nabimu? Fatimah akan menjawab: Ayahku adalah Nabiku.”

Sabda Nabi SAW kembali: “Sesungguhnya Alloh telah memerintahkan malaikat supaya melindunginya dan selalu menyertainya diwaktu hidupnya hingga datang ajalnya.”

“Barang siapa dikemudian hari berziarah ke makamku berarti sama saja dengan datang berkunjung kepadaku ketika aku masih hidup… Barang siapa berziarah ke makam Fatimah, sama halnya dengan berziarah ke makamku.”

Demikian Sabda Rosululloh SAW yang telah mengungkapkan keutamaan dan kemuliaan Fatimah Az-Zahra…

Setelah membeli kalung tersebut Ammar bin Yasir segera membungkus kalung tersebut dengan kain dan diberinya wangi-wangian dan sesegera memerintahkan kepada hamba sahayanya yang bernama Saham agar menyerahkan bungkusan itu kepada Baginda Nabi Muhammad SAW disertai pesan, “Berikanlah bungkusan ini kepada Nabi SAW dan engkaupun aku berikan kepadanya.” Saham lalu pergi dan menyampaikan pesan Ammar kepada Nabi.

Betapa terharunya Nabi melihat isi bungkusan dan setelah mendengar pesan itu segera Nabi berkata, “Pergilah engkau kepada Fatimah dan serahkanlah kalung itu kepadanya.“ Di samping itu engkau juga aku hadiahkan kepada Fatimah…

Maka Saham pergi menuju rumah Fatimah… Dan bungkusan itu langsung diberikannya kepada Fatimah dan sekaligus budak itu menyatakan bahwa dirinya sekarang juga telah menjadi milik Putri Rosululloh SAW… Fatimah sangat bersyukur kepada Alloh karena kalung kesayangannya telah kembali… Dan tentang Saham segera saja Putri Nabi itu berkata, “Dan engkau wahai Saham, mulai hari ini tidak menjadi hamba sahaya lagi dan aku merdekakan engkau.”

Betapa gembiranya Saham ketika mendengar penyataan Fatimah. Sungguh ia sangat bersuka cita dan gembira karena tidak pernah terbayang selama ini bahwa dirinya merdeka… Dan ini merupakan hadiah terindah yang pertama kali didapatkan dalam hidupnya… Karena sangat gembira ia terus menerus tertawa dengan senangnya sehingga Fatimah Az-Zahra berkata: “Mengapa engkau tertawa, Saham?“

“Aku tertawa karena merasakan betapa berharganya nilai seuntai kalung yang telah memberi berkah. Benda itu telah mengenyangkan perut orang lapar, menutupi aurat orang yang hampir telanjang dan membuat orang miskin merasa menjadi kaya… Dan sekarang kalung itu telah memerdekaan budak.” Jawab Saham dengan mengucapkan terima kasih kepada SITI FATIMAH AZ-ZAHRA R.A. dan tentunya bersyukur kepada Alloh.


Wassalaam...